KBRI Cuek, Mardiyah Dicambuk 630 Kali
Sabtu, 26/05/2007 14:31 WIB
Reporter : A Wirawan
Jember - Dwi Mardiyah, TKI asal Dusun Karangsemanding desa Sukorejo kecamatan Bangsalsari, ternyata sudah menjalani hukuman selama 1 tahun 1 bulan plus hukuman cambuk 630 kali. Ironis, tidak ada advokasi dari Kedutaan Besar RI di Arab Saudi.
Mardiyah dituduh telah berbuat zinah dan terlibat prostitusi. Kalau terbukti berzinah, sebenarnya ia bisa terkena hukum rajam.
Namun, karena pemerintahan Saudi tidak bisa membuktikan itu, akhirnya ia hanya dihukum penjara di penjara wanita New Al Ruwaiz plus dera cambuk.
Mardiyah mengalami nahas, saat diajak bertamu ke rumah salah satu kawan oleh majikannya, medio tahun 2006. Mereka bertamu hingga larut malam. Sekitar pukul 01.00, datanglah seorang pemuka agama bersama kepolisian dan menangkap mereka.
Usut punya usut, ternyata sang tuan rumah yang bernama Suma'iyah dituduh sebagai germo, dan Mardiyah dituduh sebagai anak buahnya. "Saya dituduh zinah. Padahal waktu itu saya bersama lima anak tuan rumah yang masih kecil," katanya, Sabtu (26/5/2007).
Namun, Mardiyah tetap diseret ke meja hijau. Tanpa didampingi perwakilan kedutaan besar RI dan PT Baham Putra Abadi sebagai agensi, ia divonis penjara 2 tahun plus hukuman cambuk 700 kali. Perempuan berusia 38 tahun itu pun akhirnya dijebloskan ke penjara New Al Ruwaiz, Jeddah.
Hukuman cambuk dilakoninya setiap 2 minggu sekali. Sekali hukuman langsung 70 kali cambukan. "Saya dicambuk bersama-sama 60 tahanan lainnya," kata Mardiyah.
Tak banyak TKI yang kuat menahan hukuman cambuk itu. "Ada yang pingsan. Alhamdulillah saya tidak sampai pingsan," kata Mardiyah. Sebelum bebas, ia sudah menerima 670 kali cambukan di punggung hingga pantat.
Diperkirakan hukuman Mardiyah dikorting setahun setelah ada desakan dari Gerakan Buruh Migran Indonesia Jember. Melalui lobi-lobi dan jaringan yang dibangun oleh Gerakan Buruh Migran Indonesia, akhirnya ia dibebaskan pertengah Mei silam.
"Setelah ini saya tidak mau ke luar negeri lagi. Biarlah saya kerja seadanya di sini. Saya ingin mendampingi anak dan orang tua," kata Mardiyah. [wir/gus]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar